| Indonesia

Bermula dari Coretan Pensil: Seni Desain di Ford

Di Ford, proses desain setiap mobil baru diawali dengan serangkaian pertanyaan: siapa yang akan mengemudikan mobil ini dan ke mana mereka akan membawanya? Apa dipakai membawa keluarga ke pantai, atau untuk mengangkut kayu gelondongan ke tempat kerja? Apa mereka menginginkan mobil yang mengilap dan keren, atau lebih memilih sesuatu yang bertenaga dan gagah?

Dari Melbourne, Dearborn, Cologne hingga Hangzhou, para desainer Ford berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mewujudkannya menjadi mobil-mobil baru yang disukai di seluruh dunia. Tapi seperti apakah prosesnya?

Design sketching

Bermula dengan pensil dan kertas biasa, gagasan untuk sebuah mobil baru diwujudkan dalam bentuk sketsa dua dimensi.

“Proses menggambar ini memungkinan para desainer berulang-ulang menciptakan berbagai konsep,” menurut Dave Dewitt, manajer desain eksterior di Ford Asia Pasifik. “Kita jadi bisa mengembangkan berbagai variasi dengan berangkat dari satu konsep desain. Dari pilihan gambar ini kita bisa pilih desain mana yang paling mewakili jiwa dari mobil yang ingin kita produksi,” lanjutnya.

Digital design

Saat jiwa dari mobil baru itu sudah berhasil ditangkap oleh para desainer, mereka lalu memindahkan sketsa itu ke wujud digital.

“Kemajuan dalam proses desain digital mampu mempercepat pekerjaan para desainer,” kata Dewitt. “Dengan memindahkan sketsa menjadi desain digital, kita bisa membagi proyek ini dan bekerjasama dengan kantor desain Ford di seluruh dunia.”

Clay and tape design

Konsep yang sudah jadi lalu diwujudkan dalam model tiga dimensi seukuran aslinya yang terbuat dari tanah liat. Ini memungkinkan desainer memahami ukuran dan proporsi mobil itu dalam wujudnya yang nyata.

Saat bagian eksteriornya diperhalus, para desainer dan pemahat tanah liat bekerja sama untuk menyempurnakan elemen-elemen desain utamanya seperti garis-garis pada body, dengan menggunakan macam-macam pita plester untuk menelusuri elemen-elemen body dari mobil itu serta memberikan sentuhan akhir pada penampilannya. (Pelajari lebih jauh di sini.)

Proses kreatif ini lalu memasuki dunia virtual. Para insinyur dan teknisi Ford menciptakan rendering dari mobil baru itu di laboratorium canggih yang dikenal dengan FiVE atau Ford Immersive Vehicle Environment. Di laboratorium ini digunakanlah headset dengan teknologi augmented reality (AR) seperti Oculus Rift untuk menelusuri setiap aspek desain dari mobil baru itu dalam wujud realitas virtual.

“Teknologi seperti yang digunakan di lab FiVe ini adalah bukti kemajuan desain otomotif Ford dalam satu dekade terakhir ini,” kata Dewitt. “Dengan teknologi ini para desainer, teknisi dan ahli ergonomis bisa merasakan mobil itu secara virtual. Ini memungkinkan dilakukannya penilaian terhadap desain mobil itu tanpa proses produksi yang mahal biayanya.”

Design scanning

Dari pensil dan kertas biasa hingga ke dunia virtual dan augmented reality, proses desain di Ford  memanfaatkan keahlian ribuan pengrajin, insinyur, seniman dan teknisi, guna memastikan setiap mobil mampu menghadirkan pengalaman mengemudi yang prima, memadukan antara desain yang indah dan kualitas terbaik yang mencerminkan ciri khas Ford di seluruh dunia.